29 Comments

  1. Kelana Samudra
    2012/02/09 @ 1:37 AM

    KEREEENNNN…..

    Reply

    • admin
      2012/02/09 @ 2:43 AM

      Thanks Marl Pengelana (beneran) 🙂

      Reply

  2. Friska Siahaan
    2012/02/09 @ 11:02 AM

    WAAHH , SERU YAAA ..
    SAYA JUGA BARU PULANG LIBURAN DI TUK – TUK DAN TOMOK ..
    KALAU UDA LIBURAN DI TANAH BATAK , PASTI SEJUTA CERITAA MUNCUL 🙂

    HORAAASSS !! 😀

    Reply

    • admin
      2012/02/09 @ 11:31 AM

      Hai Friska!
      Iya, kalau liburan ke seputar Danau Toba sih nggak akan bosen, soalnya tempat-tempatnya bagusss. Ke sana lagi beberapa kali juga mau. Coba next time mampir ke Tongging, Silalahi, dan juga Bakkara – ada tulisannya di website ini.
      Horassss juga! 🙂

      Reply

  3. very
    2012/02/11 @ 3:36 PM

    Aku Dulu KKN di MEREK mas… jadi setiap sore jalan kaki ke sipiso-piso, mandi2, makan jagung dll… I love this place…kalo malam dinginnya minta ampunnn…!!! bayangin 2 bulan disana badan bener2 menggigillll..!!!

    Reply

    • admin
      2012/02/12 @ 11:14 PM

      Wah, enak bener yak KKN di Merek, banyak tempat yang indah buat dikunjungi. Waktu aku ke Tongging koq nggak dingin-dingin amat ya, cuma sejuk aja 🙂

      Reply

  4. Farida evi tarihotan
    2012/04/12 @ 6:37 PM

    Syalom, melihat keindahan tersebut di atas, saya, suami dan anak, Januari lalu setelah tahun baru di Medan (jam 3 pagi) ke sana. Sungguh asyik, kami dari Medan ke Tebingtinggi, Siantar, Raya, Merek, Sidikalang, Taman Wisata Iman, turun dan menginap di Silalahi. Keesokan harinya ke Tongging, lalu ke Merek lagi nuju Kabanjahe, Brastagi, pulang menuju Medan. Sungguh asyik deh, pemandangan menakjubkan di perjalanan.

    Reply

    • admin
      2012/04/13 @ 6:40 PM

      Wah, Mbak Farida sudah menjelajah lebih banyak dibanding kami. Harus ke Danau Toba lagi aahh!

      Reply

  5. Cita
    2012/06/16 @ 5:08 PM

    Artikel ini dimuat di Majalah Cita Cinta edisi no 12/XIII….Keren euy…

    Reply

    • admin
      2012/06/16 @ 9:19 PM

      Yang di CitaCinta hanya ‘ringkasan’ ya krn jumlah halamannya terbatas. Lebih komplit di sini. :))

      Reply

  6. SARTINA SIHOMBING
    2012/10/03 @ 9:03 PM

    Kalo yang namanya daerah kabupaten Dairi sih gk usah diragukan lagi tman2 ,

    aq anak sidilkalang tepatnya dekat dengan taman wisata iman sitinjo Dairi .
    tapi aq berharap ini akan selamanya dan tidak hilang karena kemajuan teknologi .mari kita cintai tanah air kita INDONESIA .HORASSSSSSSSSSSSS

    Reply

    • admin
      2012/10/25 @ 8:49 AM

      Thanks Sartina. Iya, Di Kabupaten Dairi banyak tempat yang cantik dan hal-hal unik. Next time kami mau menulis tentang kemenyan dan kopi Sidikalang. Salam.

      Reply

  7. Daniel
    2012/10/25 @ 12:37 AM

    Ada yang tau no telepon Hotel Anugerah Tongging? Saya coba hub 2 no hp yang di atas ga ada yang aktif. Thanks

    Reply

    • admin
      2012/10/25 @ 8:51 AM

      Hai Mas Daniel,
      Iya mungkin nomornya sudah ganti, karena waktu kami ke sana, hanya ada satu penjaga, tidak tampak yang lain. Mungkin alternatifnya bisa ke Roman Sinasi Bungalows.

      Reply

      • Danu
        2013/07/28 @ 10:01 PM

        Jadi sebaiknya kalau mau nginap di tongging di penginapan apa??? Minta info no telponnya ya. Trims.

        Reply

  8. adelina kristina purba
    2015/07/03 @ 11:35 AM

    gambar air terjun nya cantik banget

    Reply

    • admin
      2015/08/10 @ 1:28 PM

      Apalagi kalau motret dari bawah kali ya. Cuma nanti pas naiknya ngos-ngosan 😀

      Reply

  9. adelina kristina purba
    2015/07/03 @ 11:40 AM

    gambar air terjun nya cantik banget saya pengen banget ke sana setiap hari

    Reply

    • admin
      2015/07/03 @ 3:27 PM

      Hehehe iya. Yang di foto utama itu Air Terjun Sipiso-piso di Tongging. Bagus tapi turunnya agak curam. Yang di Bakkara juga bagus dan sepi, cocok kalau buat menyendiri. 🙂

      Reply

  10. Sandi Iswahyudi
    2015/08/26 @ 4:29 PM

    kalau kisah ini saya sudah pernah baca di buku bapak. Cuma kalau yang ini, suka lihat foto-fotonya yang keren

    Reply

    • admin
      2015/08/26 @ 6:14 PM

      Hehehe iya Mas, kalau yang di buku black and white soalnya 🙂

      Reply

  11. Elvie Maria
    2016/05/02 @ 4:38 PM

    Harap di koreksi dan di Ralat makam yang anda tampilkan yang anda katakan seperti monas itu adalah makam Kakek saya Marga Silalahi lokasi nya di Sigumohi ya , bukan marga Manihuruk .

    Seharusnya di cek kebenarannya baru di di posting jangan sembarangan

    Reply

    • Teguh Sudarisman
      2016/05/02 @ 6:42 PM

      Dari banyak makam di kompleks ini, saya melihat yang batu nisannya masih terbaca hanya satu (waktu liputan ini berlangsung), itu pun sudah tergeletak rebah. Nama yang ada di nisan tersebut Tumbur Manihuruk. Jadi saya mengira semua makam di area ini dari marga Manihuruk. Terima kasih atas koreksi dari Anda, bahwa makam yang ‘tugu monas’ itu dari marga Silalahi. Terima kasih juga atas informasi mengenai desa lokasi makam ini.

      Reply

  12. Elvie Maria
    2016/05/03 @ 10:20 AM

    Tanah pemakaman yang indah menjorok ke danau namanya SIGUMOHI adalah kompleks pemakaman keluarga besar kami yakni ; keturunan RAJA ISAL RUMAH SINGAP ( RAJA IHUTAN PAROPO ) , Rumah Singap itu adalah Silalahi Rumah Singap, hanya keturunannya yang dapat dimakamkan di sana.

    Nama yang anda sebutkan diatas bukan terletak di kompleks pemakaman Sigumohi . dan Nama Ompung Saya besar sekali tertera di Makam tersebut. hanya ,

    Anda sudah salah namun masih melakukan pembelaan diri yang tidak terpuji seharusnya Anda meminta maaf tidak hanya mengucapkan terima kasih karena di koreksi . Karena Anda telah menyinggung perasaan kami semua keturunan Ompung Raja Ihutan .

    Liputan yang tidak ber bobot

    Reply

    • Teguh Sudarisman
      2016/05/11 @ 3:30 PM

      Dear Mbak Elvie, tulisan ini merupakan hasil dari jalan-jalan backpacking tanggal 25 September 2011, jadi sudah cukup lama. Waktu itu masih sepi, tidak ada kampung dekat makam ini, dan tukang ojek yang saya sewa dalam perjalanan Tongging-Silalahi juga tidak tahu tentang makam ini. Mudah-mudahan sekarang kondisi sekitarnya sudah jauh lebih baik. Apa yang saya tulis mewakili kondisi saat saya mampir itu, jadi mungkin sekarang sudah jauh berubah. Karena itu saya berterima kasih atas koreksi dan tambahan informasi dari Mbak Elvie, dan saya minta maaf jika artikel ini menyinggung Mbak dan keluarga besar Mbak. Tidak ada maksud sedikitpun saya menulis artikel untuk menjelek-jelekkan orang.
      Terima kasih juga atas kritik Mbak tentang mutu artikel ini. Saya hargai pendapat Mbak dan akan saya gunakan untuk meningkatkan lagi mutu tulisan-tulisan saya selanjutnya. Salam.

      Reply

  13. Elvie Maria
    2016/05/03 @ 10:56 AM

    Anda bukan berasal dari daerah yang sama dengan kami maka seharusnya seorang pendatang tahu menjunjung tinggi adat dan kesopanan jika memasuki daerah orang lain.

    Seharusnya melakukan konfirmasi terlebih dahulu pada penduduk setempat, sehingga liputan anda dapat dipertanggung jawabkan.

    Saudara Teguh Sudarisman anda telah melakukan kesalahan, dengan menyuguhkan informasi yang tidak benar ke media sosial . Bagi siapa pun yang membaca komunikasi ini anda semua dapat menilai mutu dan kebenaran dari tulisan maupun liputan Saudara Sudarisman

    Reply

    • Teguh Sudarisman
      2016/05/11 @ 3:33 PM

      Sudah saya jawab ya di komentar sebelumnya, mudah-mudahan telah cukup jelas. 🙂

      Reply

  14. Elvie Maria
    2016/05/03 @ 11:07 AM

    Makam yang ada di kompleks pemakaman keluarga kami di SIGUMOHI yang anda sebut itu , tidak ada satupun Batu Nisannya yang rebah . Padahal dalam tulisan yang anda buat sendiri menyebutkan :

    “dari sekian banyak makam yang saya temui selama mengelilingi Toba , menurut saya makam ini yang paling indah “,

    Adakah mungkin makam yang indah , tapi batu nisannya rebah ? Sungguh kontradiksi sekali

    Reply

    • Teguh Sudarisman
      2016/05/11 @ 3:34 PM

      Sudah saya jawab ya di komentar sebelumnya, mudah-mudahan telah cukup jelas. 🙂

      Reply

Leave a Reply